Omah Kayu Batu

Mencari Ketenangan Hingga Memacu Adrenalin di Wisata Paralayang & Omah Kayu

Setelah melewati hari-hari sibuk yang begitu padat, rasanya pasti sangat ingin melepas penat ke suatu tempat yang menyenangkan sekaligus menenangkan. Sejenak melupakan pekerjaan dan me-reset pikiran agar kembali segar sangatlah dibutuhkan. Di situasi seperti ini, ‘melarikan diri sejenak’ untuk menikmati keindahan alam bisa jadi yang terlintas dipikiran.

Wisata Paralayang dan Omah Kayu Batu bisa jadi pilihan yang tepat. Tempat wisata satu ini sangat populer di kalangan anak muda. Tapi tidak sedikit juga yang datang untuk liburan keluarga. Dengan konsep menikmati Kota Batu dari ketinggian pengunjung akan disuguhi pemandangan yang memesona dan pengalaman yang seru.

Paralayang Batu
Paralayang Batu, dari instagram @gilang.r.lating

Tidak sulit untuk menemukan lokasi Wisata Paralayang dan Omah Kayu ini. Hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 15 menit dari Kota Batu menggunakan mobil atau motor.

Harga tiket masuknya juga sangat murah, pengunjung tidak perlu khawatir kehabisan uang disini, hanya Rp 5.000,- untuk memasuki lokasi wisata. Selain itu lokasinya juga sangat dekat dengan wisata lain seperti Coban Rondo dan Museum Angkut Batu.

Menikmati Kerlip Lampu Kota Batu

Tidak seperti kebanyakan tempat wisata yang tutup saat hari mulai gelap, wisata yang satu ini justru buka 24 jam. Hiruk pikuk kehidupan di kota memang melelahkan, tapi kalau menikmati cahaya lampu Kota Batu di malam hari dari Gunung Banyak tentu berbeda rasanya.

Berlokasi di dataran yang lebih tinggi dari pemukiman masyarakat membuat pemandangan kota teralihat begitu indah. Tenang dan berkilauan bak bintang yang berkelip di atas tanah, itulah yang akan anda rasakan ketika ada disana.

Pemandangan ini juga memberikan suasana romantis bagi anda yang berkunjung dengan pasangan atau keluarga. Bersihnya udara Gunung Banyak ditambah udara dingin khas Kota Batu membuat lokasi wisata yang satu ini begitu sempurna.

Baca Juga : Melatih Self-Improvement dan Team Work di Komplek Wisata Coban Rondo

Eits, bagi yang masih sendiri jangan sedih. Menghabiskan waktu bersama sahabat disini tidak kalah berkesannya. Dijamin, saat disuguhi pemandangan indah ini lelah akan padatnya aktivitas bisa terhapus begitu saja. Atau bahkan akan muncul pikiran untuk tidak kembali pulang saking kepincutnya dengan apa yang anda lihat.

Mencoba Penginapan Ala Rumah Tarzan

Setalah menikmati keindahan lampu Kota Batu pasti enggan rasanya untuk beranjak, apalagi bagi anda yang masih lelah untuk kembali berkendara. Tak perlu khawatir karena disini pengunjung bisa menginap ala Tarzan modern. Saat mendengar Rumah Tarzan, yang ada dipikiran pasti rumah di atas pepohonan yang tinggi.

Yap benar! Itu lah yang akan anda temui disini. Masih di kompleks wisata yang sama, tak jauh dari lokasi penerbangan paralayang terdapat wahana Omah Kayu Batu.

Dibangun di dinding perbukitan Gunung Banyak yang juga berada di antara pepohonan, membuat rumah kayu terasa sangat berbeda dari kebanyakan penginapan. Tapi tidak perlu khawatir karena bangunannya tidak sesederhana rumah Tarzan.

Omah Kayu Batu dibuat dari papan-papan kayu yang cukup tebal dan bentuk bangunannya menyerupai rumah mini, sehingga aman dan hangat. Di dalamnya juga terdapat kasur, bantal dan selimut agar anda bisa tidur dengan nyenyak. Suara jangkrik dan kodok bisa jadi lullaby saat bermalam disini, satu hal yang tidak bisa dijumpai di kota. Untuk menginap anda perlu menyiapkan budget Rp 350.000,- s.d Rp 450.000,-.

Omah Kayu Batu
Pintu Masuk Omah Kayu Batu, dimana letaknya 1 area dengan paralayang Batu

Bangun pagi anda akan dihibur oleh nyanyian burung-burung yang begitu riang. Saat membuka pintu, pemukiman warga dan kebun sayur-mayur menjadi pemandangan yang dapat dinikmati dari atas. Kembali ke lokasi penerbangan paralayang tempat anda menikmati lampu kota di malam hari untuk menikmati sunrise juga pilihan tepat.

Jika saat malam yang anda pandangi adalah lampu kota, ketika pagi menjelang anda akan dibuat takjub ketika melihat sedikit demi sedikit lampu-lampu itu mati dan langit perlahan berubah menjadi terang. Di hadapan mata perlahan matahari akan naik dari balik pegunungan menyibak kabut dan menyinari Kota Batu. Barisan pegunungan yang mengitari Kota Batu akan terlihat jelas menyerupai Pegunungan Alpen saat musim semi di Swiss. Sungguh pemandangan yang tidak ternilai harganya.

Mencoba Paralayang

Penawaran Wisata Paralayang dan Omah Kayu belum berakhir. Sekitar pukul 09.00 pagi anda akan melihat beberapa parasut beterbangan untuk uji coba safety. Paralayang adalah salah satu olah raga yang harus anda coba paling tidak sekali seumur hidup.

Dengan membayar Rp 350.000,- anda dapat merasakan terbang dengan angin yang mengusap kulit tentu sangat menyenangkan sekaligus menegangkan. Tidak perlu khawatir karena saat melakukan ini anda akan di-tandem oleh guide yang telah ahli. Hanya perlu duduk manis menikmati pemandangan sambil mendokumentasikan pengalaman terbang yang mungkin akan sulit anda temukan di tempat lain.

Tidak ada alasan untuk tidak mengunjungi wisata yang satu ini. Segera rencanakan liburan anda dan berkunjung ke Wisata Paralayang dan Omah Kayu Batu.

Santata Risya Aditama

Sangat menyukai berbagai hal mengenai dunia Tour & Travel. Saat ini bekerja pada salah satu OTA (Online Travel Agent) di Kota Malang. Dan pemilik dari Rental Mobil ASA Travel.